Alfamart Lecehkan Pemkab Sukabumi Disinyalir Tidak Kantongi izin mendirikan Bangunan

Posted: Juni 21, 2009 in Berita seputar Palabuhanratu
Tag:

Pembangunan Alfamart di jalan Bhayangkara simpang empat lampu merah Jangilus Kecamatan Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi sejak berdiri belum mengantongi ijin resmi dari Badan Pelayanan Perijinan Terpadu (BPPT) Kabupaten Sukabumi.

Bangunan berdiri diatas lahan seluas 280 m2 itu sejak dilaksanakan pembangunan tahap awal untuk waralaba Alfamart diduga tidak mengantongi surat Ijin Mendirikan Bangunan (IMB).

Peruntukan bangunan tersebut telah melanggar peraturan daerah (Perda) nomor 21 tahun 2000 tentang IMB, karena belum melengkapi administrasi yang termaktub pada Perda maka bangunan wajib dihentikan sementara sebelum perijinannya diurus oleh pemilik bangunan. PLH Kasie Penyidik Pegawai  Negeri Sipil (PPNS) pada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sukabumi Achmad Jayadi menjelaskan, apabila bangunan belum mengantongi surat IMB, PPNS Pol PP akan memanggil dan memeriksa pemilik bangunan secara persuasif. “Jelas, bangunan tanpa ijin pemiliknya akan kami panggil. Bila letak kesalahannya berat, bangunan itu pekerjaannya bisa dihentikan, dan bangunan kembali berjalan setelah surat ijin diurus,” kata Akhmad Jayadi   saat ditemui diruang kerjanya, belum lama ini.Hasil pemerikasaan tersebut tambah Ahmad, dimasukkan pada  berita acara pemeriksaan (BAP) sesaui aturan yang dimiliki PPNS.  Setelah di BAP, pemilik harus membuat surat pernyataan kepada PPNS. Dijelaskan Ahmad, sebelum mendirikan bangunan pemohon wajib mengantongi surat ijin dan melengkapi persyaratannya sesuai dengan Perda yang berlaku di Kabupaten Sukabumi. Ijin tersebut antara lain, Ijin Lingkungan, Amdal, Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), sempadan jalan, Surat ijin tempat usaha (SITU), IMB.

“Bangunan sudah berdiri, tapi surat perijinan belum mengantongi itu jelas pelanggaran. Kewajiban kami untuk menindaknya, bila ditemukan pelanggaran pekerjaan bangunan mau tidak mau harus segera dihentikan. Tupoksi kami sebagai penegakan Perda perlu meninjau kembali bangunan itu dari segala bentuk ijin yang dimilikinya. Layak tidak bangunan berdiri dijalur lampu merah, kita lihat nanti hasil pengecekan dari tim PPNS dilapangan. Bila terbukti melanggar peruntukan lahan bangunan harus dibongkar paksa,” tandasnya.

masih dikatakam Ahmad bahwa bila bangunan yang sudah mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB) wajib mencantumkan plang diareal bangunan tersebut. “Sebelum pelaksanaan pembangunan, pemohon sudah harus mengantongi izin tersebut. dari hasil pantauan di lapangan,  bangunan yang sudah hampir rampung tidak mencantumkan IMB. Padahal jelas Perda menyatakan setiap bangunan wajib memiliki IMB dan mencantumkannya,” jelasnya.

Sementara itu Sri Nuryani pemilik lahan yang dijadikan waralaba Alfamart mengaku tidak tahu permasalahan ijin yang dimiliki oleh Riteler Alfamart, sebelum mendirikan bangunan diatas tanahnya. Tanah yang ia berikan ke Alfamart sifatnya sewa pakai selama 7 tahun. Kontrak sewa lahan sebesar Rp. 18 juta per tahun.“Masalah perijinan bukan lagi hak saya, ranah perijinan itu sudah menjadi kewajiban dan tanggungjawab pihak Alfamart sebagai Riteler,” ujar Sri Nuryani yang juga Calon Legislatif dari Partai Hanura nomor urut 3 Dapil IV. (tim investigasi Expose)

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s